Betapa bahagianya hari ini, memandang satu pesan yang nilai par-nya tidak terdepresiasi, tidak teramortisasi :
Oiya yuki kemaren kalkulatorlu ketinggalan di meja nih gua bawa, tapi gua ke bandung besok sore, selasa pagi gua kasih ya
26/05/2013 11:23
From : U Prima e12
CB : U Prima e12
Mungkin saya meng-hiperbola-kan posting ini, tapi bukan tanpa arti.
Hari Kamis, 23/05/2013 yang lalu, saat kelas Statistika, entah tiba-tiba gue ngomong gini ke Ayu (sambil memandangi objek di tangan kiri), "yu..kalo kalkulator ini hilang gimana ya? Ini berarti banget loh, yang aku pake satu-satunya dari SMA". Dan besok paginya, baru aja bangun, entah kenapa kok tiba-tiba pengen ngecek kalkulator gue ada di tas atau engga ya.... jeeeng NGGA ADA. "Tuhan..cobaan apalagi ini, masa tiba-tiba kalkulator ngga ada, kemana kalkulatornya Tuhan :("
Akhirnya hari Jumat ke kampus dengan muka kusut, karena baru aja kemaren ngomongin gimana kalo kalkulator hilang, ternyata terjadi juga. Setelah kelas beres pun, rasanya mau lama-lama di kampus aja, sampe nemuin kalkulator. Ngecek ke C22, nanya OB, ngga nemuin apa-apa. Setiap ketemu temen sekelas Statistika, nanyain, ngga ada yang ngebawa. Tapi anehnya, pas sekelas praktikum sama Prima, gue malah ngga ngomongin apa-apa tentang kalkulator.
Pas pulang dan nyampe di rumah, gue udah pasrah harus beli kalkulator baru lagi, apalagi di RKM didoain Nada, "semoga kalkulatornya beneran ilang, jadi beli ke aku aja ya yuki" -___- tapi dalam kepasrahan itu, terlintas kata-kata ini untuk gue doakan, "Terima kasih Tuhan, penyertaanMu hari ini, yuki bisa selesain praktikum dan tugas-tugas yang seharusnya yuki lakukan dengan sangat baik, terima kasih yuki boleh sampai di rumah tanpa kekurangan suatu apapun, tapi..kalkulator yuki kemana ya Tuhan? Belum ketemu juga..bentar lagi mau UAS Tuhaaan..tapi aku yakin, Tuhan Yesus pasti membuat kalkulator yuki ketemu lagi, karena Engkau tau yuki ngga mungkin beli yang baru lagi sekarang...." (kalimat terakhir kayaknya yang paling ampuh)
Jumat, Sabtu (to-do-list di papan tulis kamar sampe gue tulisin : *CALC, untuk mengingat kalkulator yang besar kemungkinan tak kunjung kembali) , Minggu rata-rata doa gue disertai kalimat seperti di atas. Memang Tuhan Yesus sungguh baik, siang inilah buktinya, pesan singkat yang menghentikan semua kekhawatiran dan menghapuskan ketidakpercayaan, membangkitkan dan menyatakan bahwa pengharapanMu pada Tuhan tidak pernah sia-sia. Haha.
And God Jesus proves that He is very capable, for only write off "tak" from "tak kunjung" I experienced.
Thank you God Jesus
Thank you Prima :')
0 comments:
Post a Comment