“Tuhan, tolong beri aku kekuatan untuk menerima semua hal yang tidak dapat kuubah dalam hidupku.”
Put your ego off, dinginkan kepalamu, kendalikan emosimu, ‘hilangkanlah
dirimu’, dan pandanglah Tuhan Allah penciptamu.
Mungkin kalimat di atas ambigu dan film ini mungkin jadi so much awesome buat gue karena...mungkin
sangat sesuai dengan scene kehidupan yang gue jalani belakangan ini (catat :
meskipun gue sendiri ngga mengetahui jelas berapa lama satuan untuk menghitung kata
‘belakangan ini’)
Oke, bahas film itu lagi, scene favorit gue adalah :
1. Saat Doyle menghela napas panjang, menengadahkan
kepalanya, dan berseru “Tuhan, tolong beri aku kekuatan untuk menerima semua
hal yang tidak dapat kuubah dalam hidupku”
Kenapa? Karena, seperti hidup yang sudah
kita jalani, mungkin scene setiap orang berbeda-beda, tapi (maafkan jika saya
salah) setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuhnya, dimana dia
benar-benar ngga sanggup dan ada hal-hal diluar kuasa kita, satu-satunya jalan
terbaik adalah berseru kepada Tuhan. Perlindungan terbaik, gunung batu dan
kekuatan, tempat untuk bernaung, penjaga jiwa, as this part of song “Hanya
Engkaulah, penjaga jiwaku, sahabat setia di dalam hidupku, kebaikanMu,
kesetiaanMu, membuat hatiku percaya padaMu”
2. Tanggung jawab Doley terhadap keluarganya,
kesetiaan Doley kepada istrinya, dan usaha kerasnya untuk membuat keluarganya
tetap utuh dan hidup bahagia.
Kenapa? Karena dengan melihat itu, kita
bisa menghargai kerja keras orang tua kita, terutama ayah, dan dengan
menghargai itu semua, seharusnya sebagai anak-anak, kita bisa berjuang lebih
sungguh-sungguh untuk meraih hasil terbaik dalam studi kita, dalam kewajiban
kita.
3. Saat Gavin disadarkan dan diingatkan kembali
oleh pelamar kerja barunya, tentang apa itu hukum, yang akhirnya jadi titik
balik Gavin untuk mengakhiri ‘scene’ of incredible day dia dan Doley dengan
benar.
Kenapa? Kebanyakan, seseorang akan melupakan
dasar setelah ‘terbang’ dengan title,
jabatan, experience of works nya dia. Dan untuk mengingatkan orang itu, Tuhan kadang
benar-benar ‘membanting’ orang itu sampai ke dasar. Dan thank God, jika disaat kita dibanting itu, kita bisa sadar,
kemudian kembali ke path seharusnya yang Tuhan buat buat kita jalani.
Ngga ada yang bisa gue tulis lagi saking speechless nya setelah selesai nonton
film ini sekitar lima menit yang lalu.
Better luck next time!
Kadang, kesempatan
tidak datang dua kali dan menyesal bukan
pilihan terakhir yang ingin kau hadapi kan, kawan? So, keep your time and words
on your eyes and keep your eyes on God.
0 comments:
Post a Comment