on Apr 21, 2013
This will be finished soon. 

Yang jelas, hadiah tanpa sampul dan pita menarik di hari ini adalah saya menyanyi dengan microphone yang tak berfungsi, rasanya seperti diberi kesempatan memujiNya privately hanya aku dan Tuhan yang bisa mendengar setiap nada yang terlantun. Ini, sangat indah :) terima kasih Tuhan Yesus, tolong bantu aku jadi pelaku yang sadar setiap hari 
on Apr 16, 2013
“Tuhan, tolong beri aku kekuatan untuk menerima semua hal yang tidak dapat kuubah dalam hidupku.”

Put your ego off, dinginkan kepalamu, kendalikan emosimu, ‘hilangkanlah dirimu’, dan pandanglah Tuhan Allah penciptamu.

Changing Lanes poster.JPG

Mungkin kalimat di atas ambigu dan film ini mungkin jadi so much awesome buat gue karena...mungkin sangat sesuai dengan scene kehidupan yang gue jalani belakangan ini (catat : meskipun gue sendiri ngga mengetahui jelas berapa lama satuan untuk menghitung kata ‘belakangan ini’)

Oke, bahas film itu lagi, scene favorit gue adalah :

1. Saat Doyle menghela napas panjang, menengadahkan kepalanya, dan berseru “Tuhan, tolong beri aku kekuatan untuk menerima semua hal yang tidak dapat kuubah dalam hidupku”

Kenapa? Karena, seperti hidup yang sudah kita jalani, mungkin scene setiap orang berbeda-beda, tapi (maafkan jika saya salah) setiap orang pasti pernah mengalami titik jenuhnya, dimana dia benar-benar ngga sanggup dan ada hal-hal diluar kuasa kita, satu-satunya jalan terbaik adalah berseru kepada Tuhan. Perlindungan terbaik, gunung batu dan kekuatan, tempat untuk bernaung, penjaga jiwa, as this part of song “Hanya Engkaulah, penjaga jiwaku, sahabat setia di dalam hidupku, kebaikanMu, kesetiaanMu, membuat hatiku percaya padaMu”

2.  Tanggung jawab Doley terhadap keluarganya, kesetiaan Doley kepada istrinya, dan usaha kerasnya untuk membuat keluarganya tetap utuh dan hidup bahagia.

Kenapa? Karena dengan melihat itu, kita bisa menghargai kerja keras orang tua kita, terutama ayah, dan dengan menghargai itu semua, seharusnya sebagai anak-anak, kita bisa berjuang lebih sungguh-sungguh untuk meraih hasil terbaik dalam studi kita, dalam kewajiban kita.

3. Saat Gavin disadarkan dan diingatkan kembali oleh pelamar kerja barunya, tentang apa itu hukum, yang akhirnya jadi titik balik Gavin untuk mengakhiri ‘scene’ of incredible day dia dan Doley dengan benar.

Kenapa? Kebanyakan, seseorang akan melupakan dasar setelah ‘terbang’ dengan title, jabatan, experience of works nya dia. Dan untuk mengingatkan orang itu, Tuhan kadang benar-benar ‘membanting’ orang itu sampai ke dasar. Dan thank God, jika disaat kita dibanting itu, kita bisa sadar, kemudian kembali ke path seharusnya yang Tuhan buat buat kita jalani.

Ngga ada yang bisa gue tulis lagi saking speechless nya setelah selesai nonton film ini sekitar lima menit yang lalu. 

Better luck next time! 

Kadang, kesempatan tidak datang dua kali  dan menyesal bukan pilihan terakhir yang ingin kau hadapi kan, kawan? So, keep your time and words on your eyes and keep your eyes on God.
on Apr 12, 2013

What I found after discover sir & madam lecturers' fb account (hehe..) this evening :

Untuk mereka yang 'keukeuh' pingin bentak-bentakin adik-adik juniornya, silahkan dibaca.
A teacher in New York was teaching her class about bullying and gave them the following exercise to perform. She had the children take a piece of paper and told them to crumple it up, stamp on it and really mess it up but do not rip it. Then she had them unfold the paper, smooth it out and look at how scarred and dirty is was. She then told them to tell it they’re sorry. Now even though they said they were sorry and tried to fix the paper, she pointed out all the scars they left behind. And that those scars will never go away no matter how hard they tried to fix it. That is what happens when a child bully’s another child, they may say they’re sorry but the scars are there forever. The looks on the faces of the children in the classroom told her the message hit home. Pass it on or better yet, if you're a parent or a teacher, do it with your child/children.


Photo: A teacher in New York was teaching her class about bullying and gave them the following exercise to perform. She had the children take a piece of paper and told them to crumple it up, stamp on it and really mess it up but do not rip it. Then she had them unfold the paper, smooth it out and look at how scarred and dirty is was. She then told them to tell it they’re sorry. Now even though they said they were sorry and tried to fix the paper, she pointed out all the scars they left behind. And that those scars will never go away no matter how hard they tried to fix it. That is what happens when a child bully’s another child, they may say they’re sorry but the scars are there forever. The looks on the faces of the children in the classroom told her the message hit home. Pass it on or better yet, if you're a parent or a teacher, do it with your child/children.