Teringat salah satu sesi seleksi YES beberapa tahun lalu. Sesi pertama tepatnya. River of life, begitulah sesi pertama seleksi itu disebut. Kami, para kandidat, saya dan teman-teman waktu itu dibagi menjadi beberapa kelompok, yang satu kelompoknya terdiri dari 6-10 orang. Dalam kelompok itu, kami didampingi oleh 2 fasilitator. Di dalam kelompok-kelompok itu kami diminta membuat sebuah gambar, gambar sungai. Ya, sungai itu nantinya menjadi model dari kehidupan yang sudah kami masing-masing jalani mulai dari lahir hingga sekarang. Kami diberikan kebebasan untuk menggambarkan sungai itu, misalnya berkelok-kelok untuk fase atau waktu dalam kehidupan yang menurut kami masa-masa yang berat, atau sungai lurus untuk kehidupan yang berjalan mulus-mulus saja.
Saya akui, memang saya tidak jujur sepenuhnya saat itu. Malu. Under-confident. Dan mungkin, dengan sejujurnya membuat river of life dihadapan diri saya sendiri saat ini bisa sedikit melepaskan beban dari pikiran ini. Yah, mungkin bisa saya mulai. Dan saya akhiri dengan kesadaran diri, bahwa memang tidak semua harus berjalan sempurna, dan memang tidak harus selalu tampil memukau. Menggambar river of life, menuliskan detail rentetan ceritanya (mungkin) akan membantu saya menampilkan kembali keceriaan yang tanpa beban, tanpa helaan nafas.
0 comments:
Post a Comment