Cita - Cita

on Jan 17, 2013
“Dulu, aku bercita-cita menjadi seorang…?”
Dulu, waktu kecil, kalau ada orang nanya, “Cita-citanya apa, dek?“, saya pasti tanpa ragu menjawab, “Jadi dokter :) “. Waktu itu saya juga selalu merasa cukup bangga karena saya sudah punya cita-cita yang tetap dibanding dengan anak-anak seusia saya yang rata-rata punya banyak cita-cita atau yang cita-citanya berganti-ganti (saya selalu mbatin ‘lah ini anak gimana sih, ngga berpendirian banget’, ya isitilahnya orang sekarang ababil). Dulu saya (dan mungkin cukup banyak orang sampai sekarang) beranggapan bahwa cita-cita adalah akan menjadi apa kita nanti, yang sering diinterpretasikan sebagai apa profesi kita saat dewasa. Maka tidak mengherankan umumnya anak-anak kecil menjawab cita-citanya adalah menjadi… (isi dengan : profesi yang diminatinya), yah..yang paling laku sih dokter dan pilot. *sampai sekarang aja banyak iklan yang menampilkan 2 profesi itu kan sebagai cita-cita, snmptn juga banyak yang milih dokter kok, haha =p *
Nah, kalau sekarang yang saya amati, orang-orang seusia saya (baca : +/- = 18 tahun) menerjemahkan cita-cita sebagai dreams dalam bahasa Inggris. Dan banyak banget yang saya temukan, dreams = travel around the world. Tidak jauh berbeda dengan saya, karena salah satu dari dreams saya saat ini adalah ingin keliling Indonesia dulu baru keliling dunia. Kenapa begitu? Karena sejak nonton acara televisi Ring of Fire, yang dulu rutin ditayangkan oleh Metro TV setiap Minggu malam (bukan malam Minggu yaaa), yang terbersit dalam benak saya ‘aduuhh Indonesia keren banget, sayang ya, kenapa ngga ada program keliling Indonesia untuk pelajar, pemerintah malah lebih rela pelajar dan mahasiswa terbaiknya dipinjem untuk ikut pertukaran pelajar dan mahasiswa ke luar negeri (sampai menunda pendidikannya di dalam negeri), ketimbang bikin program keliling Indonesia supaya pelajar dan mahasiswanya bisa ngeliat dan ngerasain langsung apa itu Indonesia dan whole of amazing things di dalamnya. Padahal biaya investasinya kan kurang lebih sama dengan ngirim duta ke luar negeri?’
Sekarang, lebih tepatnya sejak 2 hari yang lalu saya mulai mempunyai feel penuh “gue mahasiswi fakultas ekonomi, jurusan esp nih”. Saya rasa, saya mulai menemukan cita-cita yang menjadi tujuan atau lebih tepatnya perjalanan (journey) hidup saya selanjutnya. Saya ingin meramu setiap langkah yang harus saya jalani 3,5 tahun ke depan. Membuat target-target dan memenuhinya.
If there are words : Dare to dream is not enough, you have to dare to make your dreams come true
“Yeah, I’m ready to dare it, let’s do!”

Copyright © 2012 . http://yyoukey.wordpress.com

0 comments: