Traffic in Mind

on Oct 31, 2011
Suatu rasa yang ambigu
Bersenda gurau dengan awan yang kelam membisu
Gelegar halilintar ngenyek,"lo bukan siapa-siapa"
I'm at the lowest point
Ketika semua yang gue pikirkan bertabrakan
Mencampur-adukkan emosi tak terkendali

Mulut yang gue bungkam
Takut..gue akan mulai bersumpah serapah lagi
Hidup seperti bermain domino, Bung

Ketika lo mencoba jadi 'seorang lain' yang visioner
Tapi sayatan di masa lalu membayangi lagi

Ketika lo mulai excited untuk berlari
Tapi guratan miris itu mengikat lo untuk stay di sini

Ketika lo belajar membohongi diri sendiri
Tersenyum menang penuh harapan
Tapi trauma kekalahan yang terekam mengulang memorinya

Ketika lo jadi pejuang untuk diri sendiri
Tapi tatapan2 bangga yang berubah sekejap mata
miris, kasihan, iba
terpatri lewat foto-foto dalam album "Kami berkorban untukmu, nak"

Ketika lo mempertaruhkan semua untuknya
Tapi orang lain dengan secuil tenaga mendapatkannya

Ketika lo bersimbah air mata deminya
Tapi yang lain tak tertawa, bersyukur berkatnya

Gue yang sedang menghapus ke-aku-anku
Yang mengobrak-abrik tumpukan masa lalu
Mencoba menemukan semangat yang terbunuh tombak tragedi
Mencoba menghembuskan nafas ke dalam hidup
lagi

Tangis yang tak dapat menyeruak
Energi yang tertelan kembali, tak dapat dikonversi

Hidup belum tentu seindah negeri dongeng, Nona..
Ini bukan dreamland
Tapi
Semua perkara di bawah matahari, sia-sia
Itu saja.

29 Oktober 2011 - Di sore hari ketika hujan menderu

0 comments: